Selasa, 09 Desember 2008

Anakku is The BEST!!! (tulisan saya di milis afb)

Dear Moms semuanya,

HArus diakui atau tidak, dalam pertemenan sesama moms, kadang
terselip "aura persaingan" :)))
Apalagi ketika anak kita sama jenis kelamin dan sepantaran.
Wuih!!!!!
Gimana sih cara menghadapinya?? Memang, jargon seorang ibu yang ada
adalah My baby is the best. Itu juga selalu berlaku buat saya dan ibu
mananpun. Tapi , tamu2 saya memberi pelajaran berharga untuk memenej
perasaan tsb, agar tidak jadi bumerang bagi kita. Banyak teman yang
menengok masing2 datang dengan "Petuah Bijak Nasehat Berharga Beli
satu dapat dua, cerita tanpa ditanya" .saya (juga suami saya) sempat
merasa SUEBEL BUANGET. "Siapa yang nanya?" Atau "LHO kesini kan
nengokin aku dan bayiku kenapa malah dia yang cerita anaknya?
HAllloooooo!!!" Itu adalah yang ada dalam benak saya saat itu. Saking
sebelnya (apalagi tau kan moms, habis melahirkan perasaan kita
bagaimana??) saya menangis dan sempat parno jika ada tamu. Untung gak
semua kayak gitu. 10 % ada kok yang tulus :)
Tapi setelah beberapa hari, atau mungkin berapa minggu, bahkan
beberapa bulan, saya mulai bisa bernafas dengan semua hal baru, dan
mulai bisa mencerna yang terjadi. Memetik pelajaran dari para tamu
tsb.Sehinga setelahnya, saya bisa "tenang" ketika berbincang tentang
anak2 kita dengan orangtua lain (terutama yang need of exhibitionnya
tinggi, hehehehe)

YA, bahwa semua ada tempat dan porsinya

Ya,bahwa menyebalkan sekali memamerkan sesuatu tidak pada tempatnya.
YA, bahwa menasehati juga ada porsinya.

Dan yang paling penting, belajar berempati bahwa semua orang tua
memiliki anak yang terbaik, (yang mungkin tak akan rela anak lain
lebih oke).( Termasuk saya).
JAdi gak ada rasa panas ngobrol dengan tetangga yang isinya cerita
melulu tentang kepintaran anaknya (yang sebenernya anak kita lebih
pintar) dankemudian 'menskaknya' dng sesuatu yang lebih bombastis
daripada dia.
Rasanya puas dan lebih mensyukuri deh ketika bisa mendengarkan si the
best baby or kid's mom or dad bisa bercerita dengan menggebu2, merasa
bahwa babynya memang yang terbaik dng tulus, tanpa terpancing dan
terseret dalam aura persaingan.
LAgian, buat apa capek2 ngabisin energi buat hal yang tidak ada
gunanya?
Karena, yakin deh, ANAK KITA TETAP YANG TERBAIK.
DAn pastinya, anak terbaik punya IBU (orang tua ) YANG TERBAIK pula.

Sekian dari saya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

Ibu FAthiy,

Tidak ada komentar: