Minggu, 21 Desember 2008

Happy mother day


Ternyata ini tanggal 22 Desember, hari yang sesuai dg konsensus kita, ditasbihkan jadi hari ibu.
Dulu....
tanggal 22 desember, saya selalu berusaha membahagiakan ibuk, lebih dari hari-hari biasa. Entah itu yang jadi (agak) rajin ngerjain kerjaan rumah, atau memberi ibu hadiah kecil. Yang paling sering, sih, kasih selamat aja. Cium pipi, dan berterimakasih atas cinta yang tiada batas, dan bahwa saya bangga menjadi anak Ibuk. Yang pasti apa pun yang saya lakukan, ibuk pasti senang.
Pernah kejadian yang setelah saya pikir-pikir sangat gak bermutu, ketika saya memberi hadiahhari ibu(mungkin saat itu saya SD kels 4 atau 5). Saat itu ada swalayan baru di daerah saya. Dengan bekal uang 10 ribu (uang saku yang saya kumpulkan) saya bersepeda ke swalayan tersebut. Lalu saya beli 1 batang siverqueen yang besar, dan 1 CD (celana dalem, hihihihi)warna hitam dengan titik2 kuning. Lalu saya bungkus kado, dan saya berikan ke Ibuk sebagai hadiah. Tentu ibuk senang sekali....Lalu coklatnya kami makan bersama (tapi 99% saya lah yang makan, hihihihi), dan CD hadiah tersebut diberikan ke saya. Ya iya laaahh.. wong ukuran saya.... hehehehe. Gak mutu, yah? hihihi, namanya juga anak-anak. Saya juga gak ngerti cara berpikir saat itu. ;p

Sekarang....
Ritualnya masih sama. Ucapan selamat hari ibu yang tulus. Yang berbeda adalah, bahwa saya sekarang adalah juga seorang ibu. Hm..... ternyata indah sekali ya, jadi ibu? Saya tidak hanya mengucapkannya pada ibuk, tapi juga mendapat ucapan selamat.

Kasih ibu...
Kepada beta...
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi...
Tak harap kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia...

Sekarang, setelah jadi ibu, saya baru paham dan percaya lagu ini. Bahwa benar, kasih ibu adalah sepanjang masa....

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum

Dhik, lucu tenan masa kecilmu. Nek, saat itu aku ndelok kowe ngepit bar tuku kado arep tak cegat neng ndalan. Njur tak jupuk coklate nek CD ne yo peken wae. Hehehe.

Nice story. Keep writing yo Ibune Nulis.

Wassalamualaikum

anggit mengatakan...

Waalaikumsalam
Wah mas Dea,anda memang kejam terhadap anak-anak. Untung kit asumuran, dan tidak pernah bertemu saat kita masih kecil. nek ketemu lak yo iso mbo' bulliying aku...!