Jumat, 05 Desember 2008

oretan ibu

Malam ini, 5 Desember 2008 (sudah saatnya) menjadi malam bersejarah saya. Malam kebangkitan. Kenapa sebab? Ya, selama ini hari-hari saya penuh dengan diskusi (atau keluhan?) tentang sumthin missin in my life. Suami mendengar dengan penuh cinta kasih (Thanks ya, say!). Selalu memberi semangat dan jalan alternatif (yang ujung-ujungnya selalu saya jawab dg analisis saya yang terlalu kuat terhadap masa depan (pesimis, euuuyyy!!).
But, ya, finally there's a way. He offered (or chalenged?) to memfasilitasi saya menuju penemuan jati diri (OMG!! Hidup hampir 24 tahun---ultah saya 26 Desember ini lhooo!!, belum juga saya temukan, lebih tepatnya, kehilangan sapa sih, mimpi saya???!! Ups! Nightmare!). Ya, ya, atas observasi secara jeli oleh suami saya selama 3 tahun lebih pernikahan (kami menikah cepat, tnapa pacaran :)), dia pun menyimak, menimbang, dan menyimpulkan: bakat saya adalah menjadi penulis. Yup! PENULIS!
Wakakaaaa....................
Dia juga bilang, bersedia untuk memfasilitasi saya ikut sekolah menulis online. Dibayarin, deh, pokoknya!! Lalu, ----hhhhhhhhhhhmmmmmmmmm, ini yang paling menggoda--- dengan satu karya saja (yang tuntas, selesai, tamat tentu saja, karena selama ini saya menulis gak pernah selesai, hihihihihi), "Kalo-kalo ibu merasa butuh sarana penunjang (baca: LAPTOP), bapak kasih, deeeehhhhhhhhhhhhhh...!!!"
Slurup-slurup, saya menjilat bibir, menelan ludah..
MAU!!!!
Saya semangat!!
Ya karena "hadiahnya".
Ya karena saya seperti menemukan kesempatan.
Atau karena saya menemukan tantangan (yang mungkin inilah yang saya butuhkan selama ini?)
Kita tunggu aja ya, apakah berhasil. Laptopnya? Iya, lah! Tapi yang pasti, jati diri saya. Supaya gak sumthin missin lagi,
atau jadi humpty dumpty lagi..

"Humpty Dumpty sat on the wall,
Humpty Dumpty had a great fall.
All the king’s horses
And all the king’s men
Couldn’t put Humpty Dumpty
Together again."

But I could put my self again.............

Tidak ada komentar: