Kamis, 18 Desember 2008

Wajik Uenak

Hari ini saya kebagian tempat pengajian ibu-ibu. Supaya agak ngirit, ceritanya saya mau bikin salah satu suguhannya. Sudah ada rengginan oleh-oleh mbak Mal pas mudik yang tinggal goreng, jeruk, juga lumpia yang saya pesan dari pak Pardi (yang biasa mangkal depan skul Fa). JAdi kurang 1 menu lagi yang manis-manis. Karena dirumah tersedia beras ketan, maka saya pun berencana bikin wajik. Kemaren saya telpon Ibuk untuk minta resep wajik, dan kayaknya gampang kok. "Kayak bikin madumangsa,"kata Ibuk.
Lalu mulailah saya membuat wajik. Mengaduk-aduk sampai tangan pegal.
TApi ouwch! Lha kok malah jadi mirip bubur daripada wajik? Hiks,
Ketika saya komplain ke Ibuk, ternyata ada miss disini.
Ibu Bilang: "Kayak bikin madumangsa." artinya santannya ditunggu sampai meletup dan kental sekali, baru masukkan ketannya.
Yang saya dengar: Diaduk terus menerus.
Wahahahaha, miss komunikasi gak cuma bikin hubungan gagal, tapi juga masakan gagal!
Karena itu wahai sodaraku, inilah cara bikin wajik (bukan wajik gula jawa, tapi wajik hijau) yang benar. Bahannya mudah, tapi tolong diperhatikan cara membuatnya. hihihihi

-Wajik-
1kg beras
2gelas santan kental
250-500gr gula pasir (sesuai selera)
garam secukupnya
1-2sdm aroma pasta pandan
3bh daun jeruk purut

-Bersihkan, cuci, rendam ketan selama 1 jam.
-Kukus setengah masak siram dengan air panas.
-Kukus lagi sampai masak sekali.
-Jerangkan santan ,gula pasir, pasta pandan,dan daun jeruk
-Setelah kental sekali dan bila diangkat dengan sendok membenang masukkan ketan ---bagian ini nih yang bikin wajikku gagal. Baru mendidih bentar beras ketan sudah kumasukkan. diaduk-aduk terus lagi... JAdi jenang lengket, deh! HIhihihihi)
-Aduk rata sekali ketan rekat tapi kering.
- Tuangkan dalam tampah yang dialasi daun pisang dan dioles minyak.
-Ratakan dengan sendok atau daun sampai tebalnya 1 cm.
- Setelah dingin sekali iris-iris jajaran genjang.

Selamat mencoba, semoga sukses ya...! SMANGAT! Hehehehehe

Tidak ada komentar: