Banyak teman yang ternyata berada diluar negeri.
Saya jadi berandai-andai. Andaikan saya dapat beasiswa keluar negri, yang cuma buat saya. Egoiskah jika saya pergi?
Bagaimana dengan FAthiy?
Tapi jadi ibu dengan sorang putri, apakah tidak boleh bermimpi? Tidak boleh berkeinginan?
Tentu saja boleh!
Tapi bagaimana? Apakah dengan terus mengkompromikan mimpi?
Berkompromi yang bagaimana?
Ya, ya.
SAya mungkin harus terus bertanya (dan mencari jalan keluar).
Ada yang tau?
Senin, 22 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
seberat itu ya menjadi seorang ibu baru?
(jan koncone tika tenan kie)
->padahal liyane yo podho wae, muk ra disuarakan wae<-
btw, "tinggal bermimpi wae sekeluarga bisa ikutan kesana.."
gampang kan... (sing susah2 gak usah dimimpikan..:P)
Uhu... talk is cheap, Ma!
Tapi emang bener, mikir e yang susah. Njalaninya sih fine aja.. (ya, walo dg kompromi)
Uhuuuuuuuuuuu...
Doa doa doa
mnn..maksudku mungkin lebih ke "the secret", berfikirlah secara positif agar itu yang menjadi kenyataan.., instead of ketakutan terhadap kemungkinan terburuk (yg biasanya malah kejadian klo dipikirin terus).. :D
wis moco or nonton kan "the secret"?
tika duwe kok film e di macbooknya..
btw, ultah tho..selamet2.. (as always seorang atma bilang; doa ne tak batin :P)
Posting Komentar