Terinspirasi dari sebuah majalah, sautu hari di hari minggu, kami, Bapak, Ibu, dan Fathiy berencana membuat rumah-rumahan untuk Fathiy. Hehehe, saya dink yang berencana. KEbetulan di rumah banyak kardus besar nganggur. Hari itu kami juga males banget untuk bepergian.plesir. bosen, sih, tiap kali mau plesir, eh, ke mall lagi mall lagi. (hehehe, bokek juga, dink)
Lalu kami pun bagi tugas
BApak bertugas membli kertas minyak dan lem.
Ibu menyiapkan dus dan jadi arsiteknya.
Fathiy? Tugasnya adalah membantu kami. Boleh mengelem. menggunting. (dan MANUT kata ibu. hehehhehe)
Setelah bapak pulang dari membeli kertas, dimulailah proyek pembangunan istana bagi sang putri.
Lalu mulailah say asibuk gunting ini gunting itu (serta perintah ini itu dan sibuk melarang dan komentar ini itu juga)
"BApak, aduuh, guntingnya jangan gitu dong!"
"Lah ngelemnya kok gak rapi? Gin. lho harusnya...!"
"Fathiy, FAthiy, tidak pegang gunting,ya! "
"Aduh, jangan dilem disitu!"
dst
Hahaha!
Alhasil, bapak lalu mengajak Fathiy jalan-jalan keluar rumah sementara saya sibuk dengan prakarya saya.
Hihihihihi,
Dan,
setelah semua beres, baru deh, bapak dan Fathiy menampakkan batang hidungnya. FAthiy tentu saja senang sekali. Ya, walau istananya tipe SSSSS (Sederhana Sekali Slonjor Saja Sempit).
Asik!
What a happy family! (happy mommy:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar