Aku tidak mau penglihatanku terbatas kaca
Bening namun fana
Yang aku mau aku bisa melihat kedepan
Kesamping
Kanan dan kiri
Bahkan kebelakang
Langsung terpantul dari objek
masuk ke retinaku…
+ ang 2005 03 21 +
You’d been walking on my heart
I gave you all my heart as well all I have
But what has happened
Was you blew me over
Over through the rain
It wasn’t piss me off, beib
You’re forgiven
It was just not forgotten
I just couldn’t love you anymore
But it was true
I’ve ever loved you
Hidup jualah yang
mendamparkanku ke pulau kesendirian
Dia pula yang mengukirkumenorehkan pisau pahatku
memberikan bentuk padaku
memolesnya hingga menjadi
sempurna
Sinar itu
berkilau
hanya sesaat
kemudian
Lenyap
dan takkan
Pernah kembali
Aku ak mau lagi
Dadaku bergemuruh/sebentar lagi meletus/tapi aku harus
Menahan ledakannya
Sensasimu
menulikan dengarku
melumpuhkankakiku
menghentikan denyut nadiku
membuntukan jalan pikirku
Aku mau kamu!!
Konsenku
mana itu
terpecah
tapi Cuma untukmu
oh kau
terus menyiksaku Rasanya panas
aku ingin
air…
beri aku
air…
tapi ini kan
padang pasir
Aku susah tidur
Kepalaku berdenyut-denyut.jant
ungku debarnya semakin kencang. Entah apa ini. Antar keinginan yangirrasionalbentrok dengan
realita. Aku sadar sepenuhnya.
Tapi anganku tidak!
Permata yang kupandang
kilaunya begitu indah
dia menawan
sayang tak bisa kumiliki
tapi kilaunya
telah membutakanmataku!
dantajamnyatelah
Melukaiku!
Aku ingin masuk dalam bola
matamu. Pasti rasanya teduh?
atau biasa saja?
Yang pasti aku menyukainya
walau kau takkan tau
karna aku juga takkan bicara
cukup memandangmu saja
Ada seorang teman datang
Dia membawa karangan bunga.
Dan sebilauh pisau!
Seperti setitik debu. Yang jatuh ke
atas setitik air.
Dia berusaha sekuat tenaga
agar tak tenggelam
tapi tetap saja
tenggelam lalu
pff
tak bisa bernafas
mati
hancur
lebur
binasa
Sungguh 7032003
Berat bebanku. Pundakku mungkin
takkan kuat.
tapi selalu ada malaikat
kecil menari diatasku.
membantu memegangi beban
ku, dan menumpahkannya keluar.
ooo bahagianya aku.
Mungkin memang benar
Aku ini dicipta Tuhan.
Untuk menebar bahagia
Disekelilingku
Rintihan sapi tua
menunggu dijual pemiliknya
dan jika beruntung
disembelih dagingnya
Sakit namun menmapkkan perkasanya
Bahwa dia layak
Kadang…
Aku merasa, bertanya, “Apakah
tidak terlalu berat beban yang
harus kupanggul?”
Aku juga merasa, bertanya,
“Apa aku bisa?”
tapi… Aku berkata pada diriku sendiri
• Kebahagiaan akan tercapai
setelah ada pengorbanan
Ada kalanya
Seorang tak kuat menahan bebannya
Ada kalanya
Seorang ingin lepas dari penderi
taannya
Ada kalanya
Seorang tak sanggup mena
han ke-aku-annya
Dan aku
berada di kala itu
aku hanya ingin memikir
kan diriku
juga meratapi nasibku
menggenangi, air mata,
tubuhku
Ya!
Walau hanya seaat;
Sementara.
dua jam saja; diatas beribu jam
waktuku
Bolehkah? Mampukah? Cukup
kah?
Seorang bapak tua, menggendong anaknya yang masih balita
Stiap orang yang berjumpa
Pun menanyainya
Dimana ibu si balita
Sang bapak menjawab
Dengan mata berkaca-kaca
“Ibunya telah tiada”
Perjalanan pun dilanjutkan
Kembali dia ditanya
Kemana ibunya
Menerawang matanya
“Ibunya telah tiada”
Sampailah ia di kota tua
Kota yang seolah merupakan kota dalam bayangannya
Dia putuskan untuk mentapinya
Orang melihat mereka
Bertanyalah mereka
Kemana ibunya
Teduh sorot matanya
“Ibunya ada di sini”
Menunjuk ia ke arah jantung hatinya
“Dan didalam dada anak ini”
Tuhan telah, memanjangkan sayap Jibril. Hingga teduhnya melindungiku, membuatku dalam nyamannya.
Selasa, 09 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar