Selasa, 09 Desember 2008

Puisi-puisiku (yang juga dari masalalu. mumpung lagi buka file lama, hehehee)

Aku ingin ,masuk kedalam bola matamu. Pasti rasanya teduh. Atau biasa saja?
Yang pasti aku menyukainya. Walau kau takkan tahu.
Karna aku juga tak akan bicara.
Cukup memandangmu saja. #Ang, 2003 03 07

Kuketuk sebuah pintu
Waktu itu rumah temanku
Ibunya bilang dia tak ada. Lalu aku disuruhnya pulang.
Kuketuk pintu yang lain dihari yang berbeda
Itu juga rumah temanku
Ibunya bilang dia tak ada. Tapi aku dipersilakannya menunggu. Duduklah aku di ruang tamu.
lagi, kuketuk sebuah pintu. Pintu yang ketiga.
masih rumah temanku
temanku ada dan dia menyuruhkan langsung masuk saja
Waktu itu tak ada ibunya.
Pintu yang keempat.
tetap rumah temanku.
Tapi kali ini tak ada yang dirumah.
Aku tak tau, kuputuskan untuk menunggu atau langsung saja pergi.
Tapi kemudian aku memutuskan untuk berjalan lagi.
Berdebar-debar jantungku ini.
………………………………………………………..
(menanti apakah yang kan terjadi di pintu kelima, keenam, ketujuh, dan pintu-pintu berikutnya..)

Satu hari aku ingin merangkai bunga. Menjadi sebuah kalung. Kebetulan bunga kamboja di pemakaman dekat rumahku bermekaran. Sayang kalau tidak dimanfaatkan.
Menaiki pagar pemakaman setelah melompati sebuah nisan. Menggunakan sebatang kayu bunga-bunga kugapai-gapai supaya jatuh sekali tempo. Aku tinggal memunguti. Tapi tak ada yang terjadi. Sehingga sedikit jinjit, masih diatas pagar kuulurkan tanganku sepanjang mungkin. Hops hops hops. Kupetik berangkai-tangkai. Sempat terpacu adrenalinku karena tiba-tiba aku terpeleset. Cuma terbarit batu nisan. Perih, sih.
Mulailah aku merangkainya. Memasukkan benang kelubang jarum, aku sangatlah lihai. Basahi dulu ujungnya dengan sedikit jilatan. Yep. Tidak sampai 1 detik.
Satu persatu kutusuk bunga dengan jarum dan benang.
“Aduh!” ketusuk jarum. “Aduh!” lagi. Dan aduh-aduh berikutnya menyusul.
Herannya tak berdarah. Tapi tetap saja tertusuk-tusuk. Sakit.
Lalu selesailah.
Ibuku melihat kalung bunga kamboja buatanku.
“Bagusnya…” beliau memuji. Tentu saja aku senang sekali. Tersenyum lebar.

+ ANG 2005 03 19 +

Tidak ada komentar: